rahasia duren cepat berbuah

 1.Tanah

Tanah yang cocok untuk buah berduri ini ialah memiliki ciri warna hitam keabu-abuan yang kelam.

 Lapisan tanahnya berupa butiran dan bagian bawah bergumpal karena tinggi udara. 

Tanah ini disebut pula dengan tanah gromosol dan ondosol.

Saat menanam durian gemburkan terlebih dahulu lahan dengan mencangkul selama 3 hari

Sebarkan pupuk kandang lalu diamkan selama seminggu.

Penanaman bisa dilakukan pada masa awal musim penghujan. 

Pastikan Anda tidak merusak batang dan akar bibit. 

Setelah menunggu seminggu baru masukan bibit ke lubang penanaman kemudian timbun dengan tanah.

Siram secara teratur agar tanaman tumbuh maksimal.

2. Suhu

Suhu yang dibutuhkan tanaman ini berkisar 20-30 derajat celcius. 

Budidaya durian tumbuh subur di daerah tropis, pertumbuhannya terhenti ketika suhu rata-rata harian turun di bawah 22°C (72°F).

Selain suhu juga perlu memperhatikan ketinggian tempat dan curah hujan dimana tanaman ini ditanam.

3. Curah hujan

Curah hujan yang baik untuk tanaman ini berbuah lebat adalah dengan maksimum 3000-3500 mm/tahun.

 Atau paling tidak minimal 1500-3000 mm/tahunnya.

4. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat paling cocok untuk masa tanam durian adalah pada 200-600 mdpl. 

Meski begitu ada pula varietas durian yang cocok ditanam pada ketinggian 50-600 mdpl seperti durian kani dan otong.

5. Air

Selain masalah pupuk Anda juga perlu memperhatikan perihal irigasi karena tanaman ini begitu menyukai air. 

Rata- rata air yang dibutuhkan adalah 3-5 liter/m2 per harinya. 

Kebutuhan air berkurang saat muncul bunga dan pemasakan buah yang membutuhkan waktu 2-4 minggu sebelum panen.

Bila terjadi kekurangan air imbasnya pada buah yang kurang matang sempurna. 

Pengairan pada tanaman ini bisa berupa spray jet, springkle, aliran, atau tetes. 

Sumber air yang digunakan bisa dari sumur, sungai, atau air hujan yang ditampung.

Lahan tanaman ini juga harus dibuatkan parit yang cukup lalu setiap titik tanam perlu ada guludan atau kenongan yang besar dan cukup tinggi. 

Fungsinya agar air hujan tidak menggenangi tanaman. 

Jika tanah terlalu basah imbasnya saat pemasakan buah kualitasnya akan lembek di dalam.

6. Pemangkasan

Dengan pemangkasan tangkai yang tidak perlu maka buah bisa dipanen dengan mudah.

7. Pemupukan

a. Pemupukan dasar

Jumlah tersebut setara dengan jumlah unsur hara yang ada dalam tanah yaitu sekitar:

0,41%K

0,03% Ka

0,23% N

0,4% hal

0,49% Mg.

Sementara cara memaksa durian berbuah bisa memperhatikan dengan pupuk dasarnya yakni pemupukan sebelum bibit mulai ditanam.

Pemupukan dasar menjadi sangatlah penting karena ini sangat bergantung dengan merangsang pertumbuhan akar maupun kualitas media tanam menjadi lebih baik. 

Pemupukan untuk perawatan yang dibutuhkan salah satu GDM Granule SAME dan GDM Black BOS.

B. Pemupukan Perawatan

Pemupukan perawatan atau generatif biasanya salah satu cara durian cepat berbuah. 

Biasanya pemupukan ini diberikan pada fase 3 bulan. 

Stadia bunga III yaitu saat bunga mekar sampai kelopak bunga lepas. 

Pangkaslah dompolan bunga yang terlalu rapat. 

Pilih bunga yang seumuran atau yang mempunyai selisih mekar 1-2 hari. 

Jangan pangkas semuanya sisakan maksimal 8 kuntum. 

Selanjutnya lakukan penyemprotan akarisida agar terhindar dari serangan kutu yang mampu membuat buah tidak normal.

Pada umur ini akan ada cikal bakal buah selain itu mencegah bunga rontok yang sangat menghambat pertumbuhan buah durian.

Salah satu rekomendasi pemupukan yang dapat menstimulasi perawatan dan pembungaan secara maksimal yaitu:

Bacillus Brevis

Bacillus Pumillus

Bacillus Mycoides

Pseudomonas Alcaligenes

Pseudomonas Mallei

Klebsiella Oxytoca

Mikrokokus Roseus.

Ke 7 jenis bakteri tersebut telah terbukti dapat merangsang munculnya bunga dan mengoptimalkan pembuahan. 

Kandungan bakteri premium ini ada pada Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Buah yang dapat memaksimalkan kualitas buah.

8. Bibit Unggul

Bibit yang memiliki kualitas bagus memiliki beberapa ciri seperti dibawah ini:

#Batang bibit durian harusnya lurus karena merupakan pertanda proses penyambungan atau okulasi dari bibit dilakukan secara sempurna. 

Dengan batang yang lurus maka nutrisi yang diserap oleh akar akan terdistribusikan dengan baik ke akar dan daunnya.

#Perhatikan bagian atas dan bawah batang bibit Anda jika memiliki ukuran yang sama maka termasuk bibit berkualitas. Dalam memilih bibit durian juga penting memperhatikan tinggi bibit dengan besaran batangnya. Pertumbuhanya cabang juga harus merata karena bila tidak merata maka pertumbuhannya tidak dapat tegak

#Kondisi bibit harus sehat tidak ada bekas hama maupun memiliki riwayat penyakit. 

Bentuk daun bibit juga harus sesuai dengan varietasnya. Misalnya saja untuk bibit durian varietas musang king bagian bentuk daunnya harus meruncing.

#Pilih bibit dengan jumlah daun terbanyak dan memiliki batang kuat sekitar 2-4 arah cabang. 

Bibit yang cukup umur biasanya tidak terlalu tinggi dan tumbuh sekitar 15 cm saja.

9. Unsur hara media tanam

Cara merawat durian agar cepat berbuah dimulai dengan tanah tempat bibit ditanam. Untuk mendapatkan buah berkualitas dan lebat wajib memenuhi unsur hara baik makro maupun mikro. Unsur hara yang harus dipenuhi antara lain kalsium, kalium hingga boron.

Kalium dan boron membantu perkembangan jaringan baru pada akar, pucuk baru hingga jaringan baru.

 Jika durian kekurangan hara kalium maka warna buah pucat dan rasanya menjadi hambar

Apabila kekurangan boron maka bentuk buah tidak akan sempurna.

Jika kekurangan kalsium maka pemahamannya tidak sempurna. Untuk itu perlu penambahan pupuk untuk meningkatkan unsur hara tanah. Pupuk yang diberikan bisa organik maupun kimiawi seperti yang tersedia di pasaran.

10. Fase bunga dan bakal buah

Fase ini adalah sebagai berikut :

Stadia batang bunga II yakni ketika bunga sebesar korek api. Fase ini perlu dilakukan pengurangan bunga (penipisan),apalagi yang tumbuh di cabang kecil dengan diameter <3 cm. Pada fase ini sebaiknya tidak ada bunga, karena kalau tetap dibiarkan akibatnya buah memiliki kualitas yang rendah.

Stadia bunga III yaitu saat bunga mekar sampai kelopak bunga lepas. Pangkaslah dompolan bunga yang terlalu rapat. Pilih bunga yang seumuran atau yang mempunyai selisih mekar 1-2 hari. Jangan pangkas semuanya sisakan maksimal 8 kuntum. Selanjutnya lakukan penyemprotan akarisida agar terhindar dari serangan kutu yang mampu membuat buah tidak normal.

Stadia buah I adalah fase buah seukuran kelereng sampai sebesar telur. Lakukan pengurangan pada setiap dompol dengan disisakan maksimal 4 buah. Aplikasikan karbofuran sebanyak 20 gram/pohon yang kemudian Anda tabur di sekitar batang.

Stadia buah II adalah fase buah seukuran bola tenis sampai takraw. Lakukan pengurangan dengan menyisakan 1-2 buah per dompol. Pada stadia ini buah mendekati jumlah yang ditargetkan di awal.


Comments