TANAM JERUK DI POT

 TANAM JERUK DI POT

Terdapat dua jenis bibit tanaman, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).

 vegetatif lebih cepat berbuah.

1. Pemupukan dilakukan secara rutin setiap bulan sekali menggunakan campuran 15-25 gram pupuk NPK (16-16-16) dengan 25 gram urea, kemudian disiram secukupnya;

2.  Pemangkasan dilakukan terhadap: setiap tunas yang tumbuh pada batang bawah, tunas air, tunas yang tumbuh pada ujung cabang yang tumbuh terlalu banyak dan disisakan tiga tunas yang terbaik

3. Beberapa cara bisa dilakukan untuk memacu pembungaan yaitu (1) Umur tabulampot minimal 1-2 tahun yang sedang dorman; (2 )Dibiarkan tidak disiram selama 3-5 hari, sampai daunnya layu semi permanen. Bila pada musim hujan “stress air” dilakukan dengan cara menyungkup pot dengan plastik, setelah daunnya layu semi permanen sungkup plastik dilepas dan dilakukan penyiraman; (3) Berilah 40-50 gram pupuk NPK (16-16-16) dicampur urea 25 gram untuk ukuran pot berdiameter 45-50 cm, kemudian disiram air sampai cukup lembab; dan (4) Lakukan penyiraman secara rutin sampai tumbuh tunas dan berbunga.

-SS (AMMOPHOS), Mengandung N, P dan S. Ketiga unsur ini merupakan komponen protein yang diserap lebih awal pada pertumbuhan vegetatif (pertumbuhan akar, daun dan anakan) yang kemudian di translokasikan dalam tanaman dan berperan untuk peningkatan hasil produksi buah jeruk.

- KARATE PLUS BORONI, pupuk yang mengandung N dalam bentuk nitrat, B, serta Ca yang larut air ini diberikan untuk meningkatkan kualitas buah jeruk hingga daya simpan panen yang lebih lama. 

MerokeFITOFLEX, pupuk majemuk yang mengandung unsur hara mikro lengkap, seperti besi, mangan, boron, tembaga, molibdenum, dan zinc diberikan untuk memaksimalkan produktivitas jangka panjang, mulai dari meningkatnya jumlah dan ukuran buah, hingga kualitas rasa, warna, kesegaran, dan daya simpan. 

Dosis dan frekuensi pemberian dapat disesuaikan dengan tingkat kesuburan dan kondisi tanah, pertumbuhan tanaman serta varietas yang digunakan. Perlu diberikan dolomit / kapur pertanian sebanyak 2-4 kg/tanaman (bila pH tanah<5) dan pupuk kandang / bahan organik sebanyak 10-20 kg/tanaman.

2. Pupuk Daun Jeruk

 

Pupuk daun jeruk adalah pupuk yang mengandung unsur hara yang dapat diserap oleh daun tanaman jeruk. Pupuk daun jeruk diberikan sebagai tambahan pupuk tabur, untuk memperbaiki gejala defisiensi atau meningkatkan kinerja tanaman. Pupuk daun jeruk yang direkomendasikan adalah:

 

 

- MerokeMAP, pupuk dengan bentuk kristal yang mengandung nitrogen dan fosfat yang larut air. Pupuk ini diberikan untuk merangsang pembungaan dan pembentukan buah jeruk.

 

- MerokeMAG-S, pupuk yang mengandung magnesium dan sulfur yang diberikan untuk meningkatkan fungsi enzim dan sintesa protein sehingga hasil panen dan kualitas meningkat. 

 

- MerokeMKP, pupuk yang mengandung kalium dan fosfat yang dapat membantu tanaman lebih tahan penyakit  

 

- MerokeCALNIT, pupuk yang mengandung kalsium dan nitrogen dalam bentuk nitrat yang larut dalam air dan tidak menyebabkan tanah asam. 

 

- MerokeKALINITRA, pupuk yang mengandung kalium dan nitrogen larut air yang dapat digunakan pada fase vegetatif dan generatif.

 

Dosis pupuk daun jeruk yang dianjurkan adalah 2 g/L air. Pupuk daun jeruk diberikan dengan cara disemprotkan di daun secara tunggal, yaitu tidak dicampur dengan pupuk lain. Pupuk daun jeruk diberikan sesuai dengan tahap pertumbuhan tanaman, yaitu vegetatif atau generatif.

 

 

Manfaat Pemupukan Jeruk

 

Dengan melakukan pemupukan jeruk yang tepat, tentunya akan dapat menikmati berbagai manfaat, antara lain:

 

- Meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jeruk, sehingga dapat menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas.

- Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tanaman jeruk, sehingga dapat mencegah dan mengatasi berbagai hama dan penyakit.

- Meningkatkan kandungan gizi dan cita rasa buah jeruk, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan kepuasan konsumen.

- Meningkatkan nilai ekonomi tanaman jeruk, sehingga dapat memberikan keuntungan maksimal. 

 

PEMANGKASAN

1.Tetapi kenyataannya adalah bahwa dalam kasus pohon jeruk ini akan tergantung umur pohon karena pemangkasan pohon muda tidak sama dengan pemangkasan pohon tua.

Untuk memberi Anda ide, pohon jeruk muda dapat dipangkas kapan saja sepanjang tahun.

2. Seberapa sering bisa?

Pertanyaan lain yang akan muncul terkait pemangkasan pohon jeruk adalah frekuensi pemangkasan. Apakah dipangkas beberapa kali dalam setahun? Setiap x tahun?

Hal yang normal adalah itu cabang dipotong setahun sekali. Dengan cara ini, Anda tidak hanya menyembuhkan pohon dengan menghilangkan cabang-cabang yang bersilangan, yang kering, rusak, atau sakit, tetapi Anda juga memberinya oksigen. Namun, konon saat pemangkasan setiap tahun cabangnya tetap tipis dan tidak lebat. Untuk membuatnya "menggemukkan" perlu dibiarkan selama beberapa tahun tanpa memotong apa pun.

3.Jadi, Anda menemukan:



  • Pemeliharaan atau pelatihan pemangkasan. Ini adalah yang paling mendasar dan di mana pohon paling tidak terpengaruh karena hanya beberapa cabang yang ditebang. Ini digunakan untuk mencegah pohon kehilangan bentuknya atau memotong cabang yang rusak atau yang merusak kesehatannya.
  • Pemangkasan buah. Cabang utama dipilih, biasanya 3-4 untuk mencapai produksi buah yang lebih besar. Dan pengisap dipotong dan dipangkas sedikit untuk membantu fokus pohon pada bagian itu.
  • Pemangkasan produksi. Ini juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas buah, serta membantunya menerima lebih banyak cahaya dan oksigenasi yang lebih besar di antara cabang-cabang.
  • Pemangkasan peremajaan. Ini hanya terjadi pada pohon yang sudah berumur bertahun-tahun, antara 20 dan 40 tahun, dan bisa ada dua kasus: pemangkasan yang drastis, yaitu membuang semua dedaunan dan hanya menyisakan pangkal dan cabang utama; dan progressive pruning, yaitu pemangkasan dari tajuk hingga pangkal dalam 3 tahun.

Secara umum, setiap jenis pohon jeruk memiliki pemangkasan khusus:

  • Hingga tiga tahun: ini disebut pemangkasan pelatihan.
  • Tahun ketiga dan keempat: pemangkasan buah.
  • Sejak tahun kelima: pemangkasan produksi.
  • Dari 20-40 tahun: pemangkasan peremajaan.

Formasi pemangkasan pohon jeruk muda

Pemangkasan ini tidak hanya dapat dilakukan untuk pohon muda, tetapi Anda juga dapat menggunakannya untuk pohon jeruk kerdil.

Pola pemangkasan yang dianggap ideal sering disebut sebagai pola percabangan 1-3-9. Artinya, tanaman memiliki satu batang utama, tiga cabang primer, dan sembilan cabang sekunder.

Salah satu teori umum dalam memangkas bentuk tabulampot adalah 1-3-9. Artinya, dalam setiap 1 batang primer terdapat maksimum 3 batang sekunder dan dalam 1 batang sekunder maksimum terdapat 3 batang tersier. Batang yang dipilih untuk dibiarkan tumbuh adalah yang sehat dan kuat, sekaligus juga memiliki unsur estetika pada tanaman.

Pemangkasan dilakukan terhadap tunas air untuk merangsang pembungaan. Selain itu, pemangkasan dilakukan terhadap batang yang terlihat berpenyakit.

Untuk melakukan ini, yang harus Anda lakukan adalah pilihlah 3 cabang, asalkan terpisah membentuk sudut 120 derajat, dan itulah yang akan membentuk pohon itu sendiri, seolah-olah itu adalah kerangkanya. Melalui ketiganya akan bercabang, tetapi tidak disarankan untuk memiliki lebih banyak cabang.

Biasanya dikatakan bahwa Anda harus menempatkan pemandu satu meter dari tanah dan, semua cabang yang tersisa di bawah, potonglah. Dengan cara ini Anda memastikan pangkalan bagasi.

Pemangkasan berbuah

Ketika pohon itu berumur 3 tahun, dan sudah membuat kerangkanya, itu perlu tentukan mana yang akan menjadi cabang sekunder yang produktif. Dan, seperti yang telah kami katakan sebelumnya, itu akan diizinkan untuk bercabang dari tiga cabang utama itu, tetapi sekarang Anda harus memilih cabang sekunder, menghilangkan pengisap dan memotong yang tumbuh terlalu banyak, sakit, berpotongan, dll.

Pemangkasan produksi

Ini terjadi sejak tahun kelima, ketika pohon sudah mapan dan memiliki cabang-cabang yang jelas, baik utama maupun sekunder.

Dalam hal ini, tujuannya bukan untuk menemukan cabang "produktif", melainkan untuk menemukan membersihkan bagian dalam pohon sehingga dapat teroksigenasi, agar tidak ada dahan yang tersangkut dan agar sinar matahari masuk ke seluruh pohon. Jadi tujuannya adalah untuk membukanya sedikit.

Pemangkasan peremajaan

Itu dibuat di pohon jeruk tertua, antara 20 dan 40 tahun, yang telah menurun produksinya. Untuk melakukan ini, Anda harus potonglah dahan-dahan yang tidak lagi menghasilkan buah, yang tampak lemah, yang saling bersilangan, dan yang tidak perlu.

Tujuannya adalah untuk meninggalkan kaca sebersih mungkin, hampir sampai meninggalkan Anda hanya dengan kerangka itu sendiri. Untuk menghindari pemangkasan yang drastis, dapat dilakukan dalam beberapa tahun, untuk membersihkan sedikit demi sedikit dan agar pohon beradaptasi dengan perubahan ini.

Apakah Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang cara memangkas pohon jeruk? Kemudian hubungi kami.

Kebutuhan Nutrisi Jeruk

 

Jeruk membutuhkan berbagai nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan produksinya. Nutrisi yang dibutuhkan jeruk antara lain:

 

- Nitrogen (N), untuk membentuk daun hijau sehat dan merangsang pembungaan.

- Fosfor (P), untuk membentuk perakaran yang kuat dan mempercepat pembentukan buah.

- Kalium (K), untuk meningkatkan kualitas buah, seperti rasa, warna, dan ukuran.

- Kalsium (Ca), untuk mencegah keropeng buah dan memperkuat dinding sel.

- Magnesium (Mg), untuk membantu fotosintesis dan mengatur transpirasi.

- Sulfur (S), untuk membantu sintesis protein dan asam amino.

- Boron (B), untuk membantu pembentukan serbuk sari dan penyerbukan.

- Seng (Zn), untuk membantu pembentukan klorofil dan aktivitas enzim.

- Mangan (Mn), untuk membantu pembentukan klorofil dan aktivitas enzim.

 

 

Gejala Defisiensi Jeruk

 

Jika tanaman jeruk kekurangan nutrisi, maka akan menunjukkan gejala defisiensi yang dapat mengganggu pertumbuhan dan produksinya. Gejala defisiensi jeruk antara lain:

 

- Kekurangan Mg, ditandai dengan daun menguning di antara tulang daun, terutama pada daun tua.

- Kekurangan Ca, ditandai dengan buah keropeng, yaitu buah berbintik hitam dan berlubang.

- Kekurangan Fe, ditandai dengan daun menguning di antara tulang daun, terutama pada daun muda.

- Kekurangan Zn, ditandai dengan daun mengkerut, berukuran kecil, dan berwarna hijau pucat.

- Kekurangan Mn, ditandai dengan daun menguning di antara tulang daun, terutama pada daun muda.

 


Comments

Popular posts from this blog

NPK UNTUK ANGGUR

TEKNIK PEMANGKASAN POHON JERUK